Dapurnya (kumpulan masakan) Ummi | |
 | Category: | | Side Dishes & Condiments | | Style: | | Other |
Description: Ummi kesengsem banget sama gulai ikannya ibu mertua, biasanya pake ikan tongkol, tuna, kakap, yang mau pake seafood juga oke loh. Kali ini gulai ikannya, ummi pake ikan tongkol (ikan tongkol abu-abu) hati-hati karena ada ikan tongkol yang tajam/gatal dilidah (gak enak).
Ingredients: 500 gr ikan tongkol segar di potong-potong rendam dengan jahe (untuk menghilangkan bau/rasa tajamnya) 1 liter santan dari 1/2 butir kelapa 3 lembar daun kunyit 2 batang sereh di geprak 1 bh asam kandis 4 butir bawang merah diiris tipis 2 sdt garam (secukupnya)
Bumbu halus: 4-5 buah cabe merah (-cukup terasa pedasnya- atau menurut selera) 3 siung bawang putih 1 ruas jahe 1 ruas kunyit
Directions: Cara membuat: 1. Rebus santan bersama bumbu halus dan irisan bawang merah sambil sesekali diaduk 2. Masukkan daun kunyit, sereh dan asam kandis, aduk santan terus sampai mendidih (jangan sampai pecah) 3. Setelah mendidih masukan ikan tongkol dan aduk terus jangan lepas sampai ikan berubah warna, empuk dan matang, tambahkan garam. Angkat Sedap disajikan hangat-hangat. 
 | Category: | | Other | | Style: | | Other | | Servings: | | 4-5 porsi |
Description: Fatih dulunya suka merengek minta dibuatin mie goreng kalo habis lihat iklan di TV (iklan produk mie). Kami memang sengaja tidak menyimpan stok mie instan dirumah. Saya dan abinya membiasakan untuk tidak mengkonsumsi mie-mie instan tersebut, dengan alasan kesehatan. Biasanya bumbunya yang bikin khawatir, karena gak cuma MSG banget tapi tambahan kimia lain dan pengawetnya gitu, Wallahu'alam. Jadi harap maklum kalo dirumah gak punya stok mie (kalo terpaksaaaa banget!). Kembali ke rengekan Fatih, jadinya ummi suka bikin mie goreng sendiri, walhasil setiap lihat iklan mie di TV hampir selalu pingin bikin lagi hehehe...(sebetulnya umminya juga nih yang pingin). Terus terang ummi dulu termasuk yang maniak mie instan, saat itu (masih gadis) belum ngeh banget resikonya ditambah ibunda tercinta selalu membuat stok mie dirumah. Nah pas dengar cerita beberapa teman tentang kejadian-kejadian serem akibat kebiasaan makan mie ini dan melihat sendiri orang-orang yang mengalami penyakit karenanya (ada yang mengalami leukemia, lever dan typhus yang ini adik sendiri yang ngalami dan juga seorang tetangga. Ya wallahu'alam penyebabnya mungkin kompleks ya tapi salah satunya karena terlalu berlebihan mengkonsumsi mie instan) jadi deh saya dan keluarga mulai mengurangi konsumsi mie instan. Dan ditambah lagi punya suami yang oke banget ngeremnya (abinya dulu juga suka mie instan tapi sejak tahu bahayanya gak konsumsi lagi, kecuali 'terpaksa'), minimal kita gak bikin stok dirumah.
Ya begitulah ceritanya, Fatih...eh umminya lagi pingin bikin mie goreng nih.....
Ingredients: Bahan-bahan: 1 bungkus mie telur (diseduh dalam air mendidih kira-kira 3 menit, tiriskan, aduk dengan 3 sdm minyak sayur -supaya gak lengket- ) 100 gram ayam cincang 2 butir telur (buat orak-arik, sisihkan) 5 butir bakso sapi , iris bagi 4-5 irisan /buah 4 buah wortel, iris korek api 2 batang daun bawang dan seledri 100 gram kol, dipotong-potong 2 sdm kecap manis 1 sdt garam (secukupnya) 3-4 sdm minyak goreng untuk menumis bisa tambahkan 1 sdm susu bubuk bila tidak ada ayam/bakso (pengganti penyedap rasa)
Bumbu halus: 3-4 siung bawang putih (selera) 1/2 sdt lada 4 butir kemiri
bawang goreng untuk taburan
Directions: Cara membuat: 1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan wortel dan ayam cincang, tambahkan air sedikit masak sampai ayam berubah warna 2. Masukkan bakso, telur, kol, daun bawang seledri, tumis hingga layu 3. Tambahkan kecap dan garam. 4. terakhir masukkan mie, aduk rata dan bumbu meresap. Angkat.Sajikan dengan taburan bawang goreng

 | Category: | | Side Dishes & Condiments | | Style: | | Other | | Servings: | | 10 potong |
Description: Ayam di bacem biasanya kering, karena saat merebus kuah dimasak sampai habis lalu digoreng. Atau mau dibakar juga bisa tapi sebelum dibakar oles dulu dengan minyak/margarin. Nah kali ini ummi pingin yang praktis dan gampang aja. Kuah dari rebusan ayam bumbu bacemnya gak di habisin, buat makan anak-anak terutama Salma yang belum punya banyak gigi, lebih mudah yang berkuah dan lembut. Jadinya ayam bacem berkuah...maniiss, manisnya gula jawa...hmmm Fatih dan Salma lahap makannya.
Ingredients: Bahan-bahan: 1 ekor ayam dipotong-potong 2 lembar daun salam 5 cm lengkuas di geprak 2 bh gula merah disisir halus 1/2 sdt garam (secukupnya) 1 liter air untuk merebus tambahkan air asam jawa (bila suka) Bumbu halus: 1 sdt ketumbar 1 ruas (3-5 cm) jahe 4 butir bawang merah 2 siung bawang putih 6 butir kemiri
Directions: Cara membuat: 1. Campur semua bumbu halus dan bahan-bahan jadi satu 2. Tambahkan air, rebus sampai ayam empuk dan kuah tinggal sedikit. (lebih cepat matang bila ditutup. Cicipi rasanya bila gula atau garam belum sesuai selera) 
 | Category: | | Appetizers & Snacks | | Style: | | Other | | Special Consideration: | | Quick and Easy | | Servings: | | 20 potong |
Description: Tempe, makanan rakyat yang tinggi proteinnya, sehat, dan muriah meriah (walaupun sempat membuat kita menjerit karena harganya mahal akibat harga kedelai tinggi). Dibuat pangan apapun enak. Fatihku suka banget sama tempe apalagi kalo umminya bikin tempe goreng tepung pasti berkali-kali tangannya nyangkul alias disikat habis. Belum lagi ummi selesai menggoreng, tempe dipiring ludes tak bersisa. Makanya ummi selalu tawarkan makanan ini kalo sudah selesai semua pekerjaan (menggoreng) sebab kalo gak wah yang lain bisa gak kebagian hehehe...(akal-akalan ummi)...
Ingredients: Bahan-bahan: 350 gr ( 2 balok ) tempe, iris tipis 250 gr tepung terigu 2 batang daun bawang, iris halus 1 batang seledri, iris halus 1 sdm susu bubuk (karena gak pake penyedap rasa/MSG, ummi biasa tambahkan susu bubuk) garam secukupnya Bila ingin renyah dan garing, bisa tambahkan sedikit Baking powder dan adonan agak cair (tapi ummi gak pake, karena Fatih juga untuk Salma suka yang lembut)
Bumbu halus: 3 siung bawang putih 2 cm jahe 1/2 sdt ketumbar
Directions: Cara membuat: 1. Aduk semua bahan dan bumbu halus, tambahkan air aduk rata adonan agak kental (-Fatih suka yang lembut-) 2. masukkan irisan tempe, goreng ke dalam minyak sedang sampai kecoklatan. Angkat. Tambah enak makannya di cocol dengan saus atau cabe rawit.

 | Category: | | Side Dishes & Condiments | | Style: | | Other | | Servings: | | 4-5 porsi |
Description: Gulai....gulai...santan...santan...cabe...cabe....itulah makanan khas Padang. Ini resep masakan mertua, walaupun dah ummi improv sendiri kebutuhan dan bumbunya (kadang orang buat bumbunya beda-beda tapi klaimnya gulai cubadak, yah apapun bumbunya, kata ummi sekilas sih mirip dengan masakan kluwih lainnya, cuma bedanya pake daun kunyit sama asam kandis mungkin?!). Nah Gulai nangka (cubadak kalo kata orang Padang) biasanya lebih nikmat disajikan bersama ketupat atau lontong ditambah kerupuk merah (kerupuk khas untuk makanan padang), kelapa parut sangrai dan taburan bawang goreng hmmm...makanan khas yang biasanya juga ada dan pas di saat lebaran. Tapi kali ini ummi bikin yang simpel aja buat menu makan harian -berhubung ada nangka muda ditukang sayur, jadi kesengsem deh beli..-
Ingredients: Bahan-bahan: 500 gram nangka muda 1 liter santan dari 1/2 butir kelapa 250 gram tetelan daging (buat penyedap kaldu, ayam juga bisa) 1 lembar daun kunyit 1 batang sereh 1 lembar daun salam 1 buah asam kandis
Bumbu halus: 3-4 buah cabe merah (sesuai selera) 4 butir bawang merah 2 siung bawang putih 1/4 sdt ketumbar 1/4 sdt lada 1 ruas kunyit 1/2 ruas jahe
bawang goreng untuk taburan
Directions: Cara membuat: 1. Rebus tetelan daging sampai setengah matang sisa airnya jangan dibuang untuk kaldu 2. Tumis bumbu halus hingga harum 3. Masukkan daun kunyit, daun salam , batang sereh 4. Tuang santan aduk terus dan masak sampai mendidih, tambahkan asam kandis 5. Masukkan nangka muda dan rebusan daging, sambil terus diaduk (agar santan tidak pecah). Masak sampai empuk dan matang. Angkat taburkan dengan bawang goreng, sajikan. 
 | Category: | | Appetizers & Snacks | | Style: | | Other | | Servings: | | 20 potong |
Description: Lagi kangen sama kue bikinan ibuku nih.. kue lapis hmmm. Ya panganan yang satu ini sering banget dibikin ibu untuk cemilan kita dulu. Panganan tradisionil yang mudah, murah meriah, legit dan mengenyangkan. Biasanya dibuat dari tepung beras atau dari campuran tepung terigu dan tepung kanji. Nah kali ini pingin coba resep ibu yang dari tepung beras. Kebetulan ada tepung beras hasil gilingan (bukan yang instan) karena bisa lebih murah dan lebih banyak, supaya awet dan higienis tepungnya di jemur atau disangrai lalu simpan dalam wadah kering bersih tertutup rapat. Gak kalah kok sama buatan pabrik malah berasnya bisa kita pilih sendiri serta aman tanpa tambahan pengawet dan sejenisnya. Dan kali ini ummi iseng tambahin rebusan kacang hijau didalamnya , sayang sih soalnya masih ada segenggam kacang hijau mentah sisa bikin bubur tempo hari. Biar kemakan dan gak kelamaan disimpan, jadi dicoba deh....
Ingredients: 1/2 kg tepung beras 2 bh santan kara instan (130ml) dan 1 lt air matang atau dari 1,5 butir kelapa ambil 1 lt santan kental (dipanaskan dulu) 1/2 sdt Garam (sesuai selera) 10 sdm gula pasir (sesuai selera) 3 tetes pewarna hijau pasta pandan Tambahan segenggam kacang hijau rebus sampai empuk, saring, tambahkan 2 sdm gula, biarkan tercampur. Dan airnya gunakan buat campuran air santan
Directions: 1. Cairkan santan dan air hingga menghasilkan 1lt cairan 2. Tambahkan garam dan gula aduk sampai larut dan merata 3. masukkan tepung beras sedikit demi sedikit aduk sampai larut dan merata 4. Bagi adonan ke dalam 2 wadah, yang satu beri pewarna hijau, dan satunya campur dengan rebusan kacang hijau. 5. Oleskan loyang cetakan dengan minyak agar tidak lengket waktu diangkat nanti 6. Masukkan adonan putih kukus kira-kira 2 menit, masukkan lagi adonan hijau kukus lagi 2 menit ulangi lagi pengerjaannya selang-seling sampai adonan habis. Terakhir kukus kira-kira 30 menit atau sampai matang. Angkat. Setelah cukup dingin potong-potong dan sajikan..

 | Category: | | Appetizers & Snacks | | Style: | | Other |
Description: Alhamdulillah seminggu yang lalu keluarga kami panen singkong. Ceritanya..singkong di kebun milik keluarga ini sudah layak dipanen karena sudah hampir 1 tahun umurnya sejak ditanam, karena kalo nggak segera di ambil rasanya jadi kurang enak?(kata pengurus kebun), tanah seluas 100 m2 ditanami singkong semua jadi lumayan buanyak juga singkong yang dihasilkan, singkongnyapun sangat lembut dan pulen (mungkin karena daunnya selama kami tanam jarang dipetik). Karena nggak mungkin semua dikonsumsi sendiri, Alhamdulillah bisa kami bagi-bagi, malah sebagian besar bisa dijual!....(pengurus kebun yang mengurusi berikut hasil jualan yang diperoleh, ya..hitung-hitung untuk upah capek mengelola kebun kami selama ini dan berbagi rizqi). Karena kebunnya dekat rumah, abinya Fatih minta untuk disisakan beberapa pohon tidak di cabut semua, kalo sewaktu-waktu pingin singkong bisa ambil sendiri tanpa harus beli, tentu rasanya lebih nikmat dan fresh dari kebun sendiri. Begitulah ceritanya kemarin ahad abinya pingin nih.. makan singkong, pergilah abi pagi-pagi ke kebun, enaknya hari itu cuaca mendung habis hujan dan dingin pula bikin perut laper pingin ngemil, pohon singkongpun gampang dicabut karena tanahnya basah, jadi kloplah sitkonnya. Bingung juga ya mau dbuat apa?..Abi usul dibuat combro aja, tapi ummi kehabisan oncom ditukang sayur tumben hari itu oncom laris. Coba lihat kulkas masih ada wortel, daun bawang seledri, kentangpun ada, stok tunapun masih ummi punya (sisa bikin sup salma) ummi pikir-pikir ditambah susu dan maizena yang juga ada di stok, bisa nih di buat rogout untuk isi adonan singkong parutnya. Bener loh waktu buat combro ini ummi belum pernah coba sebelumnya dan gak lihat-lihat resep walaupun mungkin ada diresep. Dan setahuku itu kroket singkong yang caranya dikukus dulu (kapan-kapan jadi pingin coba nih InsyaAlloh). Asli loh ini ummi variasiin sendiri, jadinya.. Combro isi Tuna Sayuran deh, dan hasilnya kata abi dan anak-anak eeunaaakk deh, Salma aja doyan nih.. (nggak pake tamabahan MSG loh!)
Ingredients: Bahan-bahan 2 kg singkong diparut peras airnya 1/2 butir kelapa parut muda (yang buat urap), kalo nggak ada aku pakai santan karra 1 buah Garam secukupnya
Bahan isi: 2 buah Kentang diiris kotak-kotak kecil 2 buah Wortel di iris kotak-kotak kecil 100 gr ikan tuna segar di cincang halus 2 batang Daun bawang seledri 2 sendok makan tepung maizena dan 2 sendok makan susu bubuk cairkan dengan 100 ml air atau susu cair 100 ml 100 ml air matang
Bumbu halus: 3 siung bawang putih 4 siung bawang merah Ketumbar secukupnya Lada secukupnya Garam secukupnya
Directions: Cara membuat: 1. Campur singkong parut, kelapa parut (santan Karra) dan garam hingga rata, sisihkan 2. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan tuna hingga berubah warna 3 Masukkan kentang dan wortel tumis sampai layu bisa tambahkan sedikit air 4. Masukkan daun bawang dan seledri aduk rata 5 Masukkan tepung maizena dan susu yang sudah dicairkan aduk sampai mengental dan bumbu meresap serta tidak lengket dipanci. Angkat 6. Ambil kurang lebih 1 sendok makan adonan singkong parut kemudian isi dengan rogout tuna sayuran bulatkan atau pipihkan, goreng dalam minyak sedang sampai kuning kecoklatan, kerjakan seterusnya. Hidangkan hangat-hangat dengan saus atau cabe rawit.....Hmm

| |